Mahesa Kelud - Telaga Api Salju


MAHESA KELUD
KARYA:BASTIAN TITO
TELAGA API SALJU

EMPU SORA, tokoh silat dari Ujung Kulon berada dalam kebimbangan. Sebelum meninggalkan Ujung Kulon dia sudah bertekad bulat untuk turun tangan, menangkap Jayengrana alias Lutung Gila hidup-hidup dan jika tidak mungkin langsung saja membunuhnya!
"Kalau tidak kubunuh dia, apa pertanggungan jawabku pada perguruan yang ku pimpin. Apa pertanggung jawabanku terhadap rimba persilatan!" Hati kecil Empu Sora
berkata. Dalam kebimbangan begitu rupa salah satu kakinya siap untuk melangkah pergi. Namun tiba-tiba di belakangnya Lutung Gila keluarkan suara tawa bekakakan di-susul dengan ucapan mengejek merendahkannya.
"Tua bangka jelek! Icuh biung! Memang lebih baik bagimu angkat kaki dari hadapanku! Sayang kalau jauh-jauh datang ke sini cuma mau mengantar nyawa. Hik... hik... hik!
Umur tinggal sejengkal, badan sudah bau tanah mengapa mau menyia-nyiakan sisa hidup! Ciluk biung...! Hik... hik... hik!"
Empu Sora merasa kepalanya membesar. Darahnya mendidih. Secepat kilat dia berbalik. Bersamaan dengan itu tangan kanannya menghantam ke atas batok kepala Lutung Gila!
Hebatnya, menghadapi serangan maut seperti itu Lutung Gila malah tertawa bergelak. Kaki dan kepalanya digerakkan sedikit dan wuttt! Pukulan Empu Sora menghantam tempat kosong!
Kejut orang tua itu bukan kepalang. Pukulan yang barusan dilancarkannya bukan sembarang pukulan, benar-benar mematikan. Jangankan makhluk gila seperti muridnya itu, para tokoh silat ternama sekalipun tidak mungkin mampu bergerak mengelak secepat yang dilakukan Lutung Gila!
Sempat terkesiap sejurus, Empu Sora membentak.


Download Selengkapnya:
File .txt
File Pdf


LihatTutupKomentar